Puisi-puisi Adwan SA Nakbaru
KAMBING LACUR
persis sebelum surup terbakar,
cempe mengokop susu bandot
di kandang reot penuh lubang.
toa masjid menyerukan magrib,
induk mereka tak kunjung pulang.
melesat,
rerumputan satu per satu mengisi daftar hadir,
membeludak yang memilih mangkir.
tak ada susu di puting bandot itu,
cempe mengisap kebohongan.
lampu tiap detik kian