Taratsa Sembelit Beken: Respons atas Kritik terhadap Pustaka Taratsa

Kami menjalankan praktik dan kerja-kerja yang tidak akan pernah sempurna. Kami memohon maaf terhadap komunitas/organisasi/individu/kelompok yang telah dirugikan dalam hal tidak adanya atribusi yang layak. Patut kami tegaskan. Kami belum mengedepankan atribusi yang layak. Namun, tidak berarti tidak ada atribusi sama sekali.

Perihal keputusan publikasi dalam situs Pustaka Taratsa, kami anggap konten, isi, dan substansi dari setiap dokumen yang ada lebih penting dan diutamakan. Disusul dengan metadata atau atribusi dari mana kami mendapatkan sumber fail/dokumen terkait.

Dengan demikian, kami memprioritaskan untuk mempreservasi, menyebarluaskan, dan melipatgandakan dokumen-dokumen yang ada terlebih dahulu, kemudian baru memastikan kelengkapan metadata/atribusi yang layak. Belum memberikan atribusi yang layak tidak sama dengan keengganan memberikan atribusi sama sekali.

Untuk itu, jika merasa mengganggu dan merugi, atau karena alasan apa pun, atas ketidaklayakan atribusi, mohon kabari kami, sehingga dapat kami eskalasi perbaikan atribusi yang layak sesuai dengan kehendak masing-masing individu/kelompok.


Kami tekankan juga, sebagaimana yang kami niatkan sedari awal (https://taratsa.id/pustaka-taratsa/), Pustaka Taratsa hadir untuk mendorong akses dan preservasi. Kami tidak mengaitkan diri kami secara kolektif atas kerja dan sumber daya yang dicurahkan dalam pengelolaan Pustaka Taratsa ini. Jadi, kami mencoret “C” dalam kerja-kerja dan upaya yang kami lakukan di sini. Tidak perlu atribusi secuil pun. Sebentar lagi, sesuai dengan apa motif kami sedari awal, keseluruhan isi, data, dan metadata, akan kami siapkan aksesnya, sehingga duplikasi, replikasi, preservasinya lebih mudah. Selain kode sumber aplikasi situs web dan perkakas pengeruk yang terbuka, hasilnya (data/metadata) juga akan demikian.


Sehubungan dengan beredarnya tulisan “Pengarsipan Anarkis: Kritik & Kritik-Diri #1.1” berikut ini.

Sebetulnya, kami terbilang enggan menanggapinya, ada kerja-kerja yang lebih membosankan dan menarik, dibanding berkutat bahas ini. Namun, baiklah, secukupnya saja.

Oiya, kami juga baru menyadari, akun Instagram kami ternyata sudah tidak mengikuti akun AAA lagi. Dari kami tidak ada yang unfollow atau block-unblock, sih. Entahlah. Sedangkan di X, kami diblokir. Percakapan terakhir kami dengan AAA itu 9 Agustus 2026, tidak ada lagi sampai sekarang.

Terakhir kalinya, AAA sempat menyarankan kami untuk mengeruk https://archive.org/details/@hyphen_hyphenation, sudah kami lakukan dan beri informasi ternyata perkakas pengeruk kami tidak secara sempurna dapat memastikan kelengkapan metadata. Namun, mereka toleransi karena setidaknya ada penanda yang dapat mereka jadikan acuan untuk perbaikan di kemudian hari. Namun, hari tersebut tak kunjung datang.

Lalu, ada banyak tudingan dan penghakiman yang ditujukan kepada kami, silakan saja kategorisasi, labeli, atau stigmatisasi, sekonyong-konyongnya. Dari tulisan yang ada, kami juga menilai tidak adanya dan banyaknya rasa amarah (emosi).


Pustaka Taratsa (itu juga kalau mereka bisa dikategorikan sebagai pengarsipan sih)

Sebagai penafian, kami semua bukan arsiparis. Jadi, silakan bebas tentukan sendiri apakah praktik dan kerja-kerja kami tergolong sebagai pengarsipan atau tidak. Kami tidak menilai adanya signifikansi dari diktum kalian.

Contoh, saat mesin pengeruk Pustaka Taratsa mengambil buku Kiamat Baru: Antologi Esai, Puisi, dan Cerita Generasi Terburuk Sastra Indonesia untuk diunggah ke situs web mereka, yang diambil dan kemudian mereka unggah tidak hanya file buku tersebut, tetapi juga nama penulis, penerbit, tahun terbit, dan deskripsi. Namun, yang kemudian menjadi permasalahan adalah, kendati mereka mampu memprogram mesin scraper untuk mengambil metadata secara lengkap dari AAA, mereka tidak mampu (atau tidak mau?) memprogram mesin pengeruk mereka untuk memasukkan nama AAA sebagai pengarsipan yang mereka ambil data dan metadatanya..

Sejak awal mula adanya perkakas pengeruk Pustaka Taratsa, 24 Mei 2026, kami telah memberikan atribusi yang belum layak pada AAA:

Jika kalian tidak mampu dan tidak mau menerima ketidaklayakan atribusi yang kalian dapatkan, kelayakan atribusi seperti apa yang kalian harapkan?

Lalu, kami upayakan untuk memastikan setidaknya ada atribusi yang tercantum, tapi tolong bantu kami juga untuk memberitahu kapan dan di mana kami luput memberikan atribusi sama sekali.

(perlukah kami berikan lampiran di sini? Sepertinya tidak perlu lah ya, namun jika ada yang menginginkan pembuktian bisa kontak kami).

Usulan Takarir AAA:

“Captionnya kemungkinan kayak gini: Belakangan ini, admin Archipelago Anarchist Archive (AAA) dan Pustaka Taratsa berbincang-bincang. Perbincangan bermula ketika admin AAA mendapati banyak materi yang tersimpan di AAA telah digandakan dan diunggah di situs web Pustaka Taratsa, sehingga membuat materi-materi tersebut menjadi lebih mudah diakses. Melihat hal itu admin AAA pun menawarkan bantuan tenaga untuk mengelola materi-materi yang diunggah di situs web Pustaka Taratsa. Ke depannya, Ester Aprillia akan mengelola materi-materi yang berasal dari AAA, sedangkan Matsutake akan mengelola materi-materi yang lebih umum. Silakan ikuti Instagram Pustaka Taratsa dan kunjungi situs web mereka melalui tautan yang ada di bio."

Diikuti dengan, “Kalau mau ditambah2 atau dikurangi juga boleh” Lalu, kami memberikan tautan dokumen bersama/kolaborasi (Disroot Pads) untuk menggarap takarir bersama, atas takarir awal AAA, kami sesuaikan dan usulkan menjadi:

“AAA dan Taratsa memiliki satu titik temu yang serupa: arsip dan dokumentasi. Fokus isu kami sejalan, misalnya terkait publikasi dan materi seputar anti-otoritarianisme. Ruang temu ini bermula dari penyebarluasan arsip AAA melalui platform @pustaka.taratsa, sehingga akses semakin mudah dan tersebar.

Tentu saja, kerja-kerja pengarsipan dan pendokumentasian membutuhkan sumber daya yang tidak sedikit, dengan demikian berbagi peran ialah langkah yang tepat. Untuk itu, AAA memberikan bantuan tenaga untuk mengelola materi-materi yang diunggah di situs web @pustaka.taratsa. Ke depannya, Ester Aprillia akan mengelola materi-materi yang berasal dari AAA, sedangkan Matsutake akan mengelola materi-materi yang lebih umum."

Lalu, kami tambahkan dengan, “silakan kalau ada yg mau disesuaikan lagi” Dan dibalas oleh AAA, “untuk materinya udah oke sih min kalo dari kami”

CATATAN: Jika kalian rasa perlu dan penting, kami bersedia dan memberikan konsen percakapannya dipublikasikan secara publik. Sekalian semuanya saja, sehingga nuansa dari awal hingga akhir dapat terlihat.

kami belum sampai ke tahap “kritik diri”. Kami masihlah berada di tahap “kritik” … didominasi oleh penghakiman dan penudingan… Pendek kata, kami masih terlalu sibuk melihat ke luar, dan bukannya melihat ke dalam diri kami sendiri… Tetapi, kami akan membiarkan tulisan ini sebagaimana adanya, sebagai bentuk kejujuran atas kerapuhan AAA.

Kerapuhan AAA satu hal. Hal lainnya ialah Taratsa merupakan kepingan dari puing-puing reruntuhan. Bukankah dalam kerapuhan setidaknya masih terdapat pendirian, walau goyah? Fokuslah pada autokritik yang kalian bayangkan, dambakan, dan akan renungkan. Kami akan tetap “mengeruk” “tambang” AAA.

(taratsa) kebelet beken

Wah, sebenarnya kami sudah bukan kebelet lagi, tetapi bahkan sembelit. Sembelit beken.