Radio Gelap, Arsip Penyiaran Dan Sensor Orba
Transkrip siniar Rumpun Studi Serbatidak Sekolah Salah Didik 2023 dengan judul Radio Gelap, Arsip Penyiaran Dan Sensor Orba.
Sumber: https://archive.org/details/radio-gelap
Sebagai salah satu bentuk presentasi Rumpun Studi Serbatidak Sekolah Salah Didik 2023, Dalatina Peloggia Gustianingsih memproduksi sebuah rekaman audio terkait masa 80-90an. Rekaman audio ini menyiarkan wawancara dengan seorang manajer program sebuah radio di Yogyakarta. Wawancara ini sekaligus memuat jejak rekam personal, yang juga beriringan dengan peristiwa di tahun 94 - 2000an. Mulai dari "radio kampus sebagai radio gelap, sensor pemerintah, perkembangan konten iklan dan intonasi penyiar, serta teknologi dan metode reportase di awal reformasi.
Perekaman: Dalatina Peloggia Gustianingsih
Penyuntingan: Dalatina Peloggia Gustianingsih dan Fiky Daulay.
[Speaker 0]
[11.9s-13.7s] Tidak, sama sekali tidak.
[16.8s-23.2s] Sore Gia on Jurnalisme Serba Tidak, present Radio Gelap dan Sensor Orba di Radio Jogja.
[28.4s-60.5s] apa yang mau ditanyakan? saya mau ngobrol aja si Romo, kan aku newbie banget di radio toh. dengan Romo kemarin aku tanyakan dari tahun berapa tuh Romo udah di radio tuh? anggap aja tahun sembilan puluh sembilan. anggapnya malam sembilan sembilan ya? anggap aja. kenapa? kemarin kan tuh sembilan lima. sembilan lima kan di istilah lagi belajar. loh justru itu aku harus dari belajarnya nggak boleh langsung tiba-tiba di ini. karena proses belajarku tuh kan sebenarnya lebih
[Speaker 1]
[60.5s-86.7s] lebih banyak ke apa ya kalau di kampus iya cuman. ketika terjun ke radio kampus itu kan sebenarnya implementasi aja. dari apa yang pernah ku dengar pernah ku pelajari teorinya di kampus. kemudian. hasil memantau radio-radio di beberapa wilayah yaitu
[Speaker 0]
[87.2s-100.0s] Oke, tapi kan berarti kuliah tuh apa komunikasi sekarang gue ya? Ah podcast. broadcast yang emang berarti spesifikasinya ada ada ada langsung iya radio TV radio TV itu tahun berapa tuh Romo kuliah tuh berarti.
[Speaker 1]
[100.3s-102.2s] sembilan puluh empat
[Speaker 0]
[102.2s-105.8s] sembilan belas. sebelum ini ya runtuhnya orba bahkan ya.
[Speaker 1]
[105.9s-108.7s] sebelumnya sebelum rontohnya Orba nah.
[Speaker 0]
[108.8s-127.9s] itu dia yang mau aku tanyakan juga Rumo. dari romo pas kuliah deh ya maksudnya gitu apalagi kan romo di broadcasting Broadcasting kan juga jadi salah satu yang mungkin jadi di diperhatikan mungkin ya dari kurikulumnya gitu gitulah Repo. itu itu menurut Romo iya nggak sih apa-apa sebetulnya nggak ada urusannya dengan politik negara saat itu.
[Speaker 1]
[128.3s-143.3s] ah. kalau dari sisi politik negara sebenarnya lebih ke akhirnya muncul ke terbukaan keran media baru pada saat itu.
[Speaker 0]
[143.5s-144.5s] Hmm.
[Speaker 1]
[144.5s-172.7s] Jadi kalau Kenapa aku kemudian aku turun kemudian aku tertarik pada dunia komunikasi karena dulu aku pendengar radio kemudian. pada sembilan puluhan itu kan muncul media televisi. nah pengennya ke situ itu kan. tapi pada saat itu yang Ngeradiosan sangat terbatas pada sebelum mode baru itu sangat terbatas jumlahnya. hm se Jadi. sem. sebelum meruntuhnya urdu baru itu di Jogja itu kan tadi cuma ada enbelas
[Speaker 0]
[172.7s-173.5s] Apa jadinya mau?
[Speaker 1]
[173.9s-175.2s] yang radio lama.
[Speaker 0]
[175.5s-178.8s] maksudnya kalau sekarang masih, masih, masih, misal apa yang masih ada tuh?
[Speaker 1]
[179.1s-197.8s] ya yang lama itu kayak raja Buntung. tar suara istana ini kemudian yang angkatan baru itu adalah kayak suara agama, suara agama kemudian ada Jogja Family itu dulu namanya kan apa aku lupa lupa nama Primanusa kalau nggak salah.
[Speaker 0]
[197.8s-199.5s] Oh yang sebelum jadi juga yang itu.
[Speaker 1]
[199.6s-213.4s] sebelum mode baru itu ada hanya ada enam belas kayu yang mana kemudian akhirnya munculkan. ke peluang untuk membuat radio kampus. sebagian lagi gelap.
[Speaker 0]
[213.6s-214.6s] ah dia itu
[Speaker 1]
[214.6s-246.5s] terus disebut radikal. karena itu kan tidak ada izin. Oke kayak UGM UGM di tempat eh Aku belajar itu kan. dulu ada beberapa radio kampus malah Tani kelistro punya S Satunya punya D tiganya punya keuangan punya ke dokteran kalau nggak salah punya. nah aku masuk yang di teknik elektro. Jadinya di situ malahan ya. ya karena itu power yang paling gede. power gimana nih power power pemancarnya yang paling paling bagus. jadi yang teknik elektro itu yang paling bagus
[Speaker 0]
[246.5s-247.4s] mm
[Speaker 1]
[247.4s-269.7s] ya pelajarin cuma di situ. oh siaran tuh kayak gini waktu tidak. Karena di. di pelajaranku itu lebih banyak ke teori. media kemudian aku anak jurnalistik sebenarnya lebih lebih lebih ceritanya aku jurnalistik terjun ke radio itu ya Jadi itu kecelakaan.
[Speaker 0]
[270.5s-271.4s] gara-gara
[Speaker 1]
[271.6s-273.6s] Ya, karena aku senang senang mendengar.
[Speaker 0]
[273.6s-301.5s] Oh, gara-gara awalnya sembunyi. terus ada musik dan lain sebagainya kali alasannya ya. itu nah itu kan Romo juga senangnya katanya jurnalistik ke fakultas itu sebenarnya kan jurnalistik. nah itu gimana tuh materi dulu itu apakah kan aku dengernya. karena dulu media katanya nggak sebebas saat ini, misalkan gitu cowok mau apakah itu juga pengaruh saat di pendidikan misalkan ternyata teknik atau Pembelajaran kurikulumnya untuk jurnalis itu A B C ada standarnya apa gimana gitu.
[Speaker 1]
[302.4s-312.7s] kalau yang pas aku pelajari itu dulu masih dengan paradigma media yang lama media itu ya deadlinenya nanti.
[Speaker 0]
[313.3s-315.0s] kemarin itu apa sih detailnya itu
[Speaker 1]
[315.0s-379.4s] Kita liputan pagi ini tayangnya jam lima ya kita buat. menjelang jam lima. Pada saat itu, tetapi ketika kemudian di sembilan puluh lima sembilan puluh enam itu kan Teknologi sudah mulai berjalan, nah itu muncul muncul perubahan. perubahan paradigma ya. secepatnya harus di disajikan. itu seingatku yaitu karena pada saat itu aku yang ku ingat tentu adalah jurnalistik televisi jurnalistik televisi pada saat itu yang diajarkan oleh dosen dari TVRI ataupun MMTC itu adalah. ya tadi. kita mau bikin berita jam lima berarti kita Harus bukanya. Liputannya kan sekarang ian. tapi buat Saja nanti, tetapi pada saat itu kemudian muncul teknologi. yang memungkinkan orang bisa siaran langsung. pada saat itu, nah itulah yang kemudian terjadi perubahannya di situ. Jadi artinya di ketika yaitu perubahan-perubahan di. menjelang pak atau jatuh itu kan.
[Speaker 0]
[379.4s-384.6s] itu itu teknis ya berarti maksudnya lebih ke soal teknis tapi kalau sisi
[Speaker 1]
[384.6s-391.9s] materi ambil sama ya yang jurnalistik ya kayak gitu cuman Ya berbeda adalah cara penyajiannya lebih cepat.
[Speaker 0]
[391.9s-392.7s] hmm
[Speaker 1]
[392.7s-400.1s] kemudian aku aku termasuk orang jurnalistik yang lama ya jadi. Jadi kau juga kuy.
[Speaker 0]
[400.5s-407.7s] kayak misalkan apa yang bahan beritanya tuh di ini juga nggak usah kayak boleh yang ini nggak boleh yang ini jadi lucu gimana
[Speaker 1]
[407.7s-413.0s] itu lebih-lebih yang yang menyentuh mode baru itu kita nggak nggak boleh
[Speaker 0]
[413.4s-424.2s] itu di disampaikan di kampus apa maksudnya itu bisik-bisikan aja gitu setelah di luar pembelajaran kalau di kampus memang lebih lebih ke ya terarunya kayak gini tapi ya kita
[Speaker 1]
[424.2s-435.3s] kita sama-sama tahu karena di di bispol kan itu memang gudangnya diskusi ya jadi diskusi teman-teman kemudian kita tahu oh itu loh kita gak beli itu karena itu ada intal tuh.
[Speaker 0]
[436.4s-437.9s] justru dari sosial
[Speaker 1]
[437.9s-466.0s] kampusnya ya mahasiswa fakultasnya karena teori teorinya kan ya kayak gitu. Cuman ketika kita aktif di UKM, kawamkam. Ukm itu kan. kita diskusinya dengan senior dengan teman-teman yang sudah di media itu ya kayak gitu. ini lo kayak gini-gini tapi yang paling kasar memang ketika sembilan tujuh itu mulai perubahan paradigma media itu. gini Ketua dinyerang, gitu kan.
[Speaker 0]
[466.0s-467.3s] Oh, malah di sembilan tujuh tuh.
[Speaker 1]
[467.3s-474.1s] sebenarnya itu sa ingatku ya Sebelum auto baru jatuh itu kita kan nggak boleh bikin berita kan.
[Speaker 0]
[474.6s-482.1s] yang boleh itu siapa? hanya RRI. Mau apalagi radio gelap bahasanya ya sebagai sebagai radio kampus ya.
[Speaker 1]
[482.3s-484.8s] Jadi dulu itu ada kewajiban untuk nilai erat, ya.
[Speaker 0]
[484.8s-486.5s] apapun itu beritanya.
[Speaker 1]
[486.5s-499.8s] Apapun bedanya. jadi sebelum udah baru runtuh itu semua radius swasta ataupun televisi itu harus merile, Kalau Radi lebih parah lagi sejam sekali ya.
[Speaker 0]
[500.1s-502.3s] oh ya relaynya harus
[Speaker 1]
[502.3s-506.1s] jam dua jam tiga jam empat itu.
[Speaker 0]
[506.2s-509.1s] itu aturan tertulis apa nggak tertulis loh? Itu tertulis.
[Speaker 1]
[509.2s-517.9s] saya ingat saya ingat kok tertulis oh ya Jadi kan radio dulu itu kan. di bawah perusahaan nih perusahaan itu kan dulu ya pegang tutut anaknya pak Harto.
[Speaker 0]
[517.9s-525.5s] Oke. um di situ terus berita beritanya apa tuh waktu itu? itu sembilan empat sembilan lima berarti
[Speaker 1]
[525.5s-543.0s] sembilan puluh sembilan lima seingatku kalau di tempatku dulu belum berani bikin berita. tadi kamu tuh nggak bikin berita, cuman oh ada kegiatan itu itu aja yang soft soft aja. tapi yang paling seingatku radio swasta di Jogja yang mengawali sebagai radio berita adalah Unisie.
[Speaker 0]
[543.1s-544.6s] oh ya nizi apa ya.
[Speaker 1]
[544.6s-547.3s] Yuri sih tuh dulu. dia bikin beda tapi nyolong-nyolong
[Speaker 0]
[548.5s-550.7s] karena masih belum boleh itu ya masih belum boleh
[Speaker 1]
[550.7s-552.6s] Jadi dia nyebutnya sebagai informasi.
[Speaker 0]
[554.2s-558.5s] tapi selamat maksudnya aman nggak Oh ger sempat geger
[Speaker 1]
[558.9s-566.6s] kamu googling aja rekaman rekaman wawancara Permadi, kalau nggak salah. Permadi ya. permad
[Speaker 2]
[567.3s-601.2s] untuk melakukan saksi Suksesi ini sendiri sebenarnya. bisa terjadi. Setiap hari baik-baik. Kalau memang Pak Harto ikhlas. berhenti atau menyerahkan kepemimpinan kepada orang lain. Semakin lama dia bertahan dan semakin keras dia mempertahankan diri. akan menyebabkan. semakin keras. aksi masyarakat. tentara Pak Bud. bahwa apa yang pernah diucapkan tahun delapan puluh enam akan menjadi pemberang karena apa? itu diucapkan. sebagai presiden. secara kepatinan. dibisa diskut oke. sakti Pandito Ratu.
[Speaker 1]
[602.1s-609.7s] itu kan vokal banget tuh di putar di Undisi. kayaknya itu tahun berapa sembilan puluh an? Aku lupa sembilan empat atau sembilan lima ya.
[Speaker 0]
[609.7s-610.6s] wala.
[Speaker 1]
[611.1s-630.4s] jadi benar-benar Diawasi oleh Departemen Penerangan. ya kalau kamu mau siaran Iya, kamu harus ikut aturan kami. ada banyak aturan-aturan yang itu membelenggu media pada saat itu. tapi kemudian ketika reformasi der ya wes semuanya boleh
[Speaker 0]
[631.2s-639.1s] sebebasnya gimana tuh kan itu masih masih transisi teromo ya parmasih-masih ya belum bersih semua mungkin ya saat itu ya.
[Speaker 1]
[639.1s-678.2s] tapi udah udah mulai berani menyerang Soeharto dulu sudah mulai nyang Soeharto bahkan seingatku ya ketika mau demo besar-besaran untuk Soeharto itu radio kampuslah yang ma. meng mengenounce Oke besok seperti ini seperti ini seperti ini hmm kita harus seperti ini seperti ini seingatku loh ya pas yang mau demo besar itu kamu besar di keraton, itu ada ada di besar di keraton, itu juga ada yang jadi di UGM itu ada dua radio yang punyaku nggak ambil pilihan itu, yang satu radio itu ngambil pilihan itu untuk untuk publikasi kali itu.
[Speaker 0]
[678.6s-683.9s] itu yang demokratan masih rangkaiannya runtuhnya orde baru juga atau beda lagi
[Speaker 1]
[684.4s-688.5s] rangkian orang kayaknya juga rangkian satu atau dua hari sebelum suatu turun
[Speaker 0]
[688.5s-691.6s] waduh itu benaran gede juga lo gede
[Speaker 1]
[691.7s-693.7s] semua kampus bergerak jadi satu.
[Speaker 0]
[694.5s-697.2s] malah itu radio kampus ya bukan radio
[Speaker 1]
[697.2s-699.5s] Swastanya, radio swasta nggak berani toh kak.
[Speaker 0]
[699.5s-702.4s] tetap masih belum bisa ya berarti belum berani belum berani
[Speaker 1]
[702.8s-723.5s] belum berani karena ya itu resiko kan resiko ya kalau kamu nanti cari media di Braddell pada order baru ya itu banyak kejadian seperti itu karena mereka menyerempet ambil. ambil resiko. ya dulu detik tempo segala itu kan diberedel karena dia memberitakan yang berhubungan dengan Soeharto.
[Speaker 0]
[723.6s-726.7s] Kalau radio Jogja ada nggak yang sempet gitu? tadi swasta.
[Speaker 1]
[727.1s-729.1s] saya ingatku Yuni sih yang dipanggil.
[Speaker 0]
[729.1s-732.5s] yang karena yang tadi itu yang apa wawancara Formadi itu.
[Speaker 1]
[732.6s-743.1s] pokok zaman dulu itu ya namanya kasus udin aja pemberitakannya nggak nggak se hebo. yang ada. ya kucing kucing kan lah dulu
[Speaker 0]
[743.1s-748.9s] iya iya benar benar mengradio kampus ya yang Iya kasarnya punya pergerakannya besar gitu saat itu ya.
[Speaker 1]
[748.9s-762.5s] Saya ingatku masih lumayan-lumayan-lumayan kenceng ya, cuman nggak. ya. tetap colong-colongan ya. yon yong ya karena Pada saat itu kan masih kuat dan. ya media media zaman itu tuh nggak bebas
[Speaker 0]
[762.7s-767.9s] sekarang ya betul itu juga salah satunya pembuatan berita lah ya at least minimal gitu loh
[Speaker 1]
[767.9s-775.2s] berita yang yang paling kerasa berita tapi kalau konten lain ya nggak nggak ini cuman memang kewajiban merilay berita itu aja yang dulu
[Speaker 0]
[775.2s-787.6s] itu yang suara serjam sejam sekali itu ya. ya berarti erri kayak kaki tangan ya maksudnya oh iya tpr erri pada saat itu kan corongnya pemerintah bukan sebelum TFR kan TFR duluan kan yang ada kan.
[Speaker 1]
[787.6s-788.4s] ya
[Speaker 0]
[788.4s-789.2s] Jadi itu tuh.
[Speaker 1]
[789.2s-792.4s] jadi semua itu radio itu harus kayaknya. ya kan.
[Speaker 0]
[794.0s-797.4s] wah itu Ada arsip-arsip yang bisa diakses, gak dia Reri?
[Speaker 1]
[797.7s-800.2s] aduh aku nggak ngerti cuman saya ingatku yaitu
[Speaker 0]
[801.4s-807.5s] pengen banget. nah ini sama lagu itu gimana romo lagu kan katanya sempat ada nggak boleh lagu cengeng atau gimana gimana
[Speaker 1]
[807.5s-825.9s] aku nggak aku nggak ngalamin itu ya karena kalau itu saya ingatku delapan puluh an ya delapan puluh an ke sembilan puluh ya aku Aku belum belum di radio aku hanya hanya. Oh, aku kerti ada lagu begitu, cuman. saya ingat kok ada beberapa yang kemudian ini nggak boleh ini nggak boleh
[Speaker 0]
[827.2s-835.5s] itu boleh nggak bolehnya ini nggak sih kayak kalau kita kan misalkan bahasanya nego ya lagunya misalkan kalau ada yang boleh nggak boleh cara penyiaran dulu tuh gimana emang nggak di play aja
[Speaker 1]
[835.6s-846.0s] ya kapole apa terang nggak bolehnya udah dari baterain penerangan ya mengeluarkan instruksi lah oke lo nggak boleh kayak ini ini ya udah terus kayak terus
[Speaker 0]
[846.3s-848.9s] sosialisasi ke Pendengarnya gimana?
[Speaker 1]
[848.9s-901.0s] kurang ngerti aku itu belum belum tahu. aku teman-teman menurut orang-orang ngerti cuman. saya ingatku ada-ada itu kisah kalau di delapan puluh sembilan puluh itu kan ada dua dua kiblat musik sebenarnya dua kiblat musik pop kreatif sama pop cengeng. Pop cengeng ini sebenarnya dulu tetap diputar cuman ada beberapa yang kemudian nggak boleh sehingga aku kayak yang nggak boleh itu lakukan. ya dulu sumbang. kan dari Bandung kan? Iya iya. Dia karena dia ada beberapa kritik juga. Hmm. lagunya suami suami Iwan Fals dan Jordi itu juga sempat kena kalau nggak salah. ini aku orang. perakelingnya nih yo bagaimana kemudian menyampaikan kepada pendengar untuk itu cuman. saya ingat bahwa memang ada yang nggak boleh, ada yang boleh.
[Speaker 0]
[901.3s-910.6s] mungkin tapi ada kali ya caranya. penyiar yang pasti kan ada request gitu-gitu kan pasti ada yang pengen jadi gitu-gitu ya. karena di tahun
[Speaker 1]
[910.6s-944.8s] Aku sebagai pendengar di yang paling kerasa itu kan sebenarnya. kita radio generasi adalah generasi generasi lama Kemudian radio generasi radar baru itu di sembilan puluh an, jadi munculnya radio radar. anak udah itu. yang membuat musiknya menjadi musik pop kreatif itu di radio radio anak muda. Saya tahu dulu di Runimo, Rakosa. Uniisi itu jadi kipratnya. yang lainnya masih campur ya radius tiga radius ini yang kemudian menjadi pionir untuk ini lo radio. dalam musik berkelas.
[Speaker 0]
[944.9s-950.8s] mulai di tahun itu, yang paling Kepala.
[Speaker 1]
[950.8s-968.8s] delapan delap ya sembilan puluh ya sembilan puluh itu munculnya rakosa rakosa itu dia radio anak muda di bawahnya cerunimo yunisi itu ngambil segmen eksekutif sama intelektual, jadi dia menengah atas. itu baru muncul musik-musik yang terkelas.
[Speaker 0]
[969.4s-973.8s] berkelasnya standar ya juga standar radio itu ya berarti ya posisi awal nih
[Speaker 1]
[973.8s-998.1s] ya. cuman dia seingatku ya yang berkelas disebut berkelas itu ya model kayak Paris R M didukung. kemudian munculnya dewa awal Musuhnya adalah yang mau deh kayak obi mesak. Hmm. etikos endang itu yang yang kemudian menjadi pop kengeng lah disebutnya seperti itu kalau ini pop kreatif terus sampai ke sini munculnya situ
[Speaker 0]
[998.1s-1006.8s] itu. kan kalau sekarang misalkan lagu apa bisa populer tuh kayaknya duluan kalau nggak di platform digital kayak Spotify, TikTok atau YouTube
[Speaker 1]
[1006.8s-1015.8s] kalau dulu dulu kan radio Radio dulu. udah pasti radio dulu karena televisi zaman itu kan nggak banyak pilihan. enggak enggak
[Speaker 0]
[1016.8s-1018.8s] tapi radio udah banyak buang nggak teh
[Speaker 1]
[1019.1s-1025.4s] oh belum sebanyak ketika muncul generasi sembilan puluh sembilan dua ribu
[Speaker 0]
[1025.4s-1029.3s] oh oke berarti banyak banget tuh yang tahun dua ribu
[Speaker 1]
[1029.3s-1065.6s] terima plus tambah satu jadi rakusnya itu radio ratio generasi setelah ada lima belas. dia muncul radio itu itu kan cepat jadi jadi ramai juga. karena dia dianggap tidak kulonkulon pada orang lokal. Jadi ceritanya Rakosa itu dulu punya nya adiknya Pak Harmoko. Menteri Menteri Penerangan, dia dapat dapat. izin. Padahal zaman itu pers saya ini sudah bilang tidak boleh ada radio baru di Jogja. muncullah radio rakusa itu. akhirnya kemudian dia di kuciumkan.
[Speaker 0]
[1065.6s-1067.4s] cerita kota itu
[Speaker 1]
[1067.8s-1072.3s] Kalau kamu mau diterima sebagai anggota PERSI, kamu harus pindah ke. kaliurang
[Speaker 0]
[1073.1s-1076.7s] ada pindah ada Awalnya di mana jogdinya di mana tuh kalau
[Speaker 1]
[1076.7s-1261.3s] di jalan kecemas dia di Pakualaman strategis banget di tengah gitu. Iya. Jadi berarti dekatan sama suara dengan jurudimu. Juru itu pertaruhannya jurudimu sama radio sa itu. Jadi tadinya anak muda itu taruhnya dulu itu. Aida pindahlah ke. Pindahlah ke kaluaran. Kemudian ketika orde baru tumbang, muncul kebijakan pembukaan kan media baru. Ada muncul beberapa radio termasuk suara agama itu. Suara agama seperti malik prima nusa, terus saingatku istakalisah. Ada beberapa itu Petra itu termasuk yang angkatan 2000 itu. Kemudian di angkatan berikutnya itu saingatku ya. Tahun 2005. Eh sorry 2003, 2004, 2005. 2000-an lah. 2003, 2004. Setelah suara agama dan teman-teman itu muncul banyak radio baru. Lebih gampang berarti ya? Bukannya lebih gampang. Pada saat itu muncul kebijakan untuk bikin radio baru. baru itu hanya butuh rekomendasi dari dinas perhubungan dari Semarang Yogyakarta. Jadi ketika lokal itu sudah mengeluarkan pusat akan lebih ya tinggal asist ya aja. Oh malah gitu, malah dari sempat terjadi seperti itu di daerah dulu ya. Iya, kemudian aturan berubah lagi, akhirnya dari sepuluh yang muncul dari izinnya di Subdiy, akhirnya cuma lima yang lolos, yang lima mati, ditutup. Itu Subdiy itu di kota Yogyakarta nggak apa agen lainnya? Diy, diy, ada lima radio yang akhirnya dimatikan, termasuk punya UTJ itu? Iya, dimatikan itu. Iya, jadi UTJ itu mati, kemudian dia akhirnya beli izin mandari. Oke. Atau pemerintah? Atau pemerintah lah itu ya, udah pasti yang bisa kita searching sendiri. Kalau iklan romo, kayak iklannya kan berarti bentuknya tetep VO gitu toh? Sama. Sama ya. Yang membedakan itu se aku mencoba mengingat-ingat kembali lo ya ikan pada saat muncul radio swasta memang sudah lumayan lumayan ya kayak gini lah cuman ketika muncul radio-radio baru itu kayaknya sedikit lebih lebih bebas dulu ya istilahnya yang menengah bawah lah karena dulu di radio kan belum segmented sangat kemudian muncul radio-radio yang segmented teruslah keluar iklan-iklan yang rada segmented misalnya apa kalau yang iklan-iklan rada segmented itu apa misal? ya aku misalnya kendaraan tapi untuk anak dikemas dengan gaya untuk anak muda opat opatan kan dulu kan ya opat opatan ya gitu ya ya tapi kemudian muncul banyak banyak produk untuk anak muda yaitu yang kemudian dikemas dengan gaya anak muda tapi kalau dulu iklan di misalkan di romo awal awal masih sembilan puluh tuh iklan banyaknya apa sih romo kalau sekarang udah ada ada program pemerintah iya misalkan gitu ya
[Speaker 0]
[1261.3s-1264.6s] terus kayak produk-produk teknologi iya gitu.
[Speaker 1]
[1264.8s-1273.7s] aku aku yang gue inget Aku kan ada iklan itu. itu ketika zaman aku di suara gama ya suara gama awal-awal itu ya iklan ya. bukan
[Speaker 0]
[1273.7s-1276.9s] Produk apapun ya. masih boleh tuh apapun tuh donge
[Speaker 1]
[1277.5s-1281.0s] Yang kalau di suara gam itu dulu yang dihindari adalah obat.
[Speaker 0]
[1281.2s-1291.5s] oh tetap obat tuh obat dihindari obat karena dulu kan obat itu identik dengan menengah bawah karena ada mulai ada segmentasi kelas ya, musim ini.
[Speaker 1]
[1291.7s-1303.3s] apalikannya dulu sanseoragama itu kan di konsep dengan. memadukan ini musik ia ceru dino kontennya itu adalah kontennya UNICE yang dia lebih informatif.
[Speaker 0]
[1304.5s-1308.1s] Yuni sih informatifnya lebih ke anak muda pak. eh
[Speaker 1]
[1308.8s-1317.5s] campur ya eksekutif intelektual dia. dulu dulu ada dulu ada pita kampus ada pita Ya berita cuaca lah.
[Speaker 0]
[1317.8s-1330.1s] isu-nya isu yang nggak daily life banget gitu ya tapi maksudnya daily life-nya tetap ke ranahnya nyentuhnya maksudnya pendidikan iya politik iya kalau Yunis sih itu hanya dia mengejar aktualitas. Hmm.
[Speaker 1]
[1330.7s-1335.9s] baru muncul tonora grup. itu ah Fajar Vega.
[Speaker 0]
[1337.5s-1357.3s] dan ini aku si kemarin tuh sempat coba dengerin perbedaan iklan tuh misalnya nggak dari teksnya dulu ya Romo tapi dari intonasi. kan kayak delapan puluh an tuh gaya-gaya. penyiaran lama tuh suara-suara yang kayaknya tuh tahunnya tuh medium ke bawah atau flat gitu loh menurutku kalau sekarang kan lebih variatif kayak ada yang ngomong biasa itu tuh kenapa maksudnya
[Speaker 1]
[1358.1s-1367.0s] karena frame radio dulu kan soalnya harus di bulat gitu ya cempernya itu nggak terima.
[Speaker 0]
[1367.4s-1379.8s] itu siapa sih yang pertama bilang maksudnya bukan apa ya, secara tidak langsung jadi aturan tuh. gimana pernah tau nggak romo itu awalnya kenapa harus begitu ya suaranya harus bagus. Jelas artinya.
[Speaker 1]
[1379.8s-1439.8s] ya pada saat itu kan radio televisi kan cuma ada RRI dan TPRI, faktornya kan itu. Radio warna krik pun juga suaranya gede-gede itu kan. Oh ya gayanya gaya-gaya. Ya. Suara apa ya? Yang yang cantik lah ya bahasannya yang bagus gitu ya. Yang apa ya? Elegan lah. Aku nyebanya seperti itu. Kalau sekarang kan suara yang unik lah. Aku menyebutnya sekarang unik ya. Tidak kemudian harus yang timberrinya gede, enggak. Ya dulu kan aku melihatnya kayak penyelaragaman karakter kalau dulu kayaknya. Kalau saat ini kan lebih variatif ya. Variatif. Justru dimintanya bermacam-macam karakter kan. Kalau aku lihat kayak misalnya VO, VO gitu atau iklan gitu. Terus kayak aku coba lihat kemarin 80, misalkan tahunnya lebih ngebas gitu terus juga flat gitu kan. Singkat singkat kayak. Pohon anti malaria paling tepat yang ditemukan oleh Bayer dan paling banyak digunakan di seluruh dunia. Risuhin pil anti malaria.
[Speaker 0]
[1439.8s-1453.7s] Kalau misalkan sembilan puluh-an. udah mulai nih ada interaksi misalkan walaupun. masih hampir sama nih tahunnya gitu. Iya. Margarin dapur. dicipta untuk yang terasa banget itu yang di dua ribuan tuh. benda
[Speaker 4]
[1453.7s-1454.6s] Tak apa juga, semuanya.
[Speaker 0]
[1454.6s-1456.8s] mami. Miok majuan buat wanita.
[Speaker 3]
[1456.8s-1459.4s] Yamaha mio, jangan mau ketinggalan.
[Speaker 1]
[1459.7s-1497.0s] ya, saya ingatku ya muncul ketika di suara gama itu ketika aku harus ambil penyiar itu aku ambil dua. dua pilihan. dua pilihan karakter jadi karakter yang ada serius hm. artinya dia suaranya akan dibikin cari yang berat, terus dia yang satunya adalah yang karakter anak muda banget. untuk mengisi program yang karena ada program yang ada-ada semi formal ada yang anak muda kangen nah itu spesifik banget. ya kalau kayak kita misalnya news ah. ya cari yang murah sorenya berat.
[Speaker 0]
[1497.0s-1514.0s] iya oh berarti gini mungkin kenapa akhirnya Nia radio nih harus berat misalkan harus serius konsepnya apa vibesnya ya. karena memang awalnya RRI radio itu kan dijadikannya untuk ini penyambung berita ya soalnya ya dulu tuh ya belum guguran belum sebelum
[Speaker 1]
[1514.0s-1522.3s] hiburan kan sangat dibatasi kan pada seingatku orde baru itu yang namanya konten hiburan harus ber benar selektif. ya.
[Speaker 0]
[1522.5s-1524.6s] tapi di era ini ada konten hiburan tuh ada
[Speaker 1]
[1525.6s-1539.2s] ada kaya sandiwara. Ketoprak itu kan maksud. ah cuman lagu-lagu popnya aku dulu nggak nggak mantau RRI ya lagu-lagu pop ya aku dengarnya ada di swasta karena dulu kan udah ada di swasta.
[Speaker 0]
[1540.0s-1545.3s] bicahir berarti ya. nih Romo yang di suragama. pemeliharaan lagunya gimana tuh
[Speaker 1]
[1546.5s-1556.3s] ya lagunya sama sebenarnya. eh anak muda ada juga yang kemudian diwasa semuanya bias. karakter itu.
[Speaker 0]
[1556.3s-1560.4s] berarti ada interaksi tetap ya. udah udah diintrosikan kalau itu
[Speaker 1]
[1560.6s-1564.7s] sebenarnya radio swasta dari dulu itu interaksinya kencang.
[Speaker 0]
[1564.7s-1565.6s] sebetulnya
[Speaker 1]
[1565.6s-1577.6s] saya betul yang sangat kencang. Wong aku ketika zaman aku sudah menjadi seorang pendengar itu. eh datang ke radio untuk mulus request itu udah
[Speaker 0]
[1577.6s-1581.1s] oh iya dulu dulu nulis ya dulu nulis datang langsung ya
[Speaker 1]
[1581.4s-1600.9s] yang namanya telepon itu kan baru muncul di tahun sembilan puluh. baik ya. sebelas berapa sebelima waktu aku SMA itu yang orang kaya yang punya handphone kok. belum semua belum semua, aku baru masuk kuliah baru punya telepon, karena jaringannya juga belum luas.
[Speaker 0]
[1601.2s-1602.9s] tempat-tempat tertentu ya.
[Speaker 1]
[1602.9s-1681.5s] to itu rika sudah kencang. ya gayanya sudah mulai mulai banyak yang santai cuma karena. menengah bawah ya baru di era sembilan puluh lima ke atas itu baru muncul radionak muda itu yang kemudian muncullah gaya-gaya yang muda dewasa muda baru lah telepon-telepon juga di dua ribuan berarti ya ininya gaya interaksinya yang request atau dua ribuan ya kuis request dulu nggak ada ya kuis-kuis gitu nggak ada dulu kan cum tapi mungkin caranya ke radio ya dulu ya radio bikin kuis telepon itu masih oh ya ya masih ada sampai tahun berapa ya um ya mungkin lima dua ribu lima dua ribu sepuluh masih masih banyak radio yang bikin kuis tapi yang waktu terjalan tuh ya radio-radio menengah bawah dengan phone live itu masih masih jalan kan sampai sekarang tapi saya ingatku ya aku masuk di LTI itu udah nggak ada request nggak nggak kubikin phone live oh ya apa berarti apa waktu itu SMS oh iya udah ada udah keluar SMS
[Speaker 0]
[1681.5s-1686.2s] oh berarti ramo tu dari suara agama. berapa lama di Surabaya?
[Speaker 1]
[1686.7s-1687.8s] tiga tahun.
[Speaker 0]
[1687.8s-1689.8s] eh sorry berarti kan yang teknik dulu ya
[Speaker 1]
[1689.8s-1696.2s] di kampus itu sembilan di mesampai sembilan tujuh setelah itu aku break
[Speaker 0]
[1696.2s-1697.0s] mm
[Speaker 1]
[1697.1s-1701.3s] Aku paling kaki ke radio sembilan sembilan. bikin suara apa itu
[Speaker 0]
[1701.7s-1702.6s] sampai
[Speaker 1]
[1703.1s-1722.8s] dua ribu dua ribu tiga mungkin ya dua ribu tiga apa biset itu biar begitu begitu berbagai radio menengah bawah jangdut dan campur sari baru itu pindah ke grupnya Kompass KLT itu. dengan radio musik klasik. hm. usi klasik lo.
[Speaker 0]
[1722.8s-1725.1s] hahaha lagu-lagu klasik
[Speaker 1]
[1725.5s-1727.7s] Betul kan, Mozar.
[Speaker 0]
[1727.7s-1731.9s] Oh ada juga ya. sektor main musik klasik dulu tuh radio tuh ada juga
[Speaker 1]
[1731.9s-1741.0s] ada Eltira itu. RT radio itu kan dulu di ngangkatnya orang langsung mengerti ketika dia memutarlah lagu-lagu klasik.
[Speaker 0]
[1741.0s-1745.8s] karena dia doang, apa yang lain juga? Oh. lama nggak tuh dia.
[Speaker 1]
[1746.6s-1748.8s] hampir dua tahun gitu. bikin di itu.
[Speaker 0]
[1748.9s-1751.0s] tayu sih berlanjut nggak yang lagu itu
[Speaker 1]
[1751.1s-1763.3s] akhirnya kita kurangin. ketika orang udah udah mulai ngerti karena pada saat itu kan sudah mulai banyak kan kita tarik sesuatu yang tidak iya iya benar-benar nah. musik klasik itulah yang dikeluarin.
[Speaker 0]
[1763.5s-1764.7s] banyak kemana tuh?
[Speaker 1]
[1764.7s-1767.0s] nggak banyak tapi pendengarnya kuat
[Speaker 0]
[1767.0s-1772.1s] oh ya konsisten yang ya kayak segmennya, relatif kuat.
[Speaker 1]
[1772.1s-1779.2s] terus geser-geser kita jadi radio campur sama news.
[Speaker 0]
[1779.5s-1783.0s] yang elti berapa tahun tuh berarti.
[Speaker 1]
[1784.1s-1796.8s] mulai gempa itu 2006 20 berarti 2004 2004 sampai aku keluar itu tahun berapa ya lupa ya. Aku di Elteria itu udah sekitar ambil laban tao, nabi ya.
[Speaker 0]
[1796.8s-1818.0s] maka paling lama ya. di antara yang lain tuh, maksudnya dari dari awal yang di Radio kampus kayaknya Eltira paling lama juga sebelum yang sini ya. Itu yang lebih lama paling lama di Eltira itu. baru sini yaan. baru yang paling lama banget nih sampai sekarang nih. Oke oke oke, itu udah redaksi juga Romo, selain ngompos musik program gitu-gitu Romo udah bikin
[Speaker 1]
[1818.0s-1854.3s] Aku dari seorang gema tuh di program sebenarnya. di program aku nggak nggak nggak pegang produksi malah oh ya. enggak. di suara gema aku nggak pegang produksi. aku nyebarkan program sama pembicaraan. ya reduksi berarti maksudnya reduksi jadi di suara kami itu udah dibagi tiga di kebagian besar eh produksi program sama produksi iklan. Hmm. produksi program itu ngurusi penyiar musik. hm. konten. Iklan ya. Iklan insertion. gitu
[Speaker 0]
[1854.9s-1858.7s] berarti nggak ngegar belum pengalahan yang di suara gambar. Aku nggak pegal teknik malam.
[Speaker 1]
[1858.7s-1860.0s] ngapeng teknik produksi
[Speaker 0]
[1860.0s-1865.8s] Oh di sembilan puluh an malah nggak teknik produksi dan segala macam ya reda sih ya konten program yang bakal di ininya.
[Speaker 1]
[1865.8s-1869.8s] jadi tinggal minta aja aku mau butuhin ini konsep ini
[Speaker 0]
[1870.2s-1878.7s] konsepnya apa? yang diingat ada nggak misalnya yang yang pertama di konsep pertama romo. ada yang masih ingat ya dulu waktu di di suara gamu itu channel program apa
[Speaker 1]
[1880.3s-1885.0s] um. akademia jogja itu karena ku
[Speaker 0]
[1885.0s-1886.0s] iya
[Speaker 1]
[1886.0s-1886.8s] ya.
[Speaker 0]
[1887.0s-1897.9s] ininya call ininya. Audion call itu aku yang bikin. Oke, itu kenapa tuh? mungkin itu pasti ada alasan-alasannya ada radio Jakarta yang pakai akademinya. hmm
[Speaker 1]
[1898.6s-1909.8s] dia radio berbasis kampus jadi suara jamaah itu kan dulu tekalan pertama itu adalah make your life in harmony. Setelah itu kurubah ke stasiun for campus community.
[Speaker 0]
[1909.8s-1910.6s] um
[Speaker 1]
[1911.7s-1914.7s] setelah itu baru jadi apa sih?
[1916.8s-1918.1s] suara kayak apa ya lah.
[Speaker 0]
[1918.9s-1923.0s] tapi konten informasinya nggak se nggak kayak kita kan nggak se
[Speaker 1]
[1923.4s-1926.8s] kalau yang awal itu lebih kenceng. konten informasinya.
[Speaker 0]
[1926.9s-1934.8s] maksudnya lebih lebih gaya gaya berita kayak di Star ini suara agama dulu tuh atau enggak emang udah-udah di tengah-tengah
[Speaker 1]
[1935.5s-1941.8s] malah tidak ada kemudian Karena zaman itu memang belum secara rasul ini diperbolehkan bikin berita.
[Speaker 0]
[1941.8s-1942.8s] oh ya ya betul.
[Speaker 1]
[1942.8s-1953.7s] aja di tengah-tengah ini tapi seorang jemaat itu ada. dua jump yang di si berita. pada kampus di hutan Jogja itu ada
[Speaker 0]
[1954.0s-1959.1s] oh dulu tuh se se se apa ya selingkuh berita kampus saya nggak boleh ya. dulu tuh
[Speaker 1]
[1959.9s-1970.0s] informasi itu nyebutnya, paling informasi, tapi kalau berita-berita aktual itu nggak boleh. Aku mulai masuk ke liputan sebenarnya itu di El Tiramán.
[Speaker 0]
[1970.3s-1972.3s] pas tahun dua ribu an itu malah
[Speaker 1]
[1972.3s-1988.0s] aku masuk dua ribu empat dua ribu empat itu jadi aku ngambil kontributornya Elsinta Jakarta. ah terserah anak suara gama yang barisan Yus. ah kau masuk ke aja
[Speaker 0]
[1988.0s-1991.9s] eh Oh baru ada live report gitu-gitu Nadia berarti di dua ribu apa?
[Speaker 1]
[1992.0s-1993.0s] dua ribuan.
[Speaker 0]
[1993.0s-2002.9s] karena baru boleh ada pemberita itu dan kan telepon belum belum banyak kan? Betul betul. Karena laporan kan harus dari warga kan? Iya iya. ah ini di luar televisi
[Speaker 1]
[2002.9s-2009.7s] belum ada handphone kan gitu kan kita kelamaan di dalam di dodok kan iya iya we buru
[Speaker 0]
[2009.7s-2014.8s] Dia lagi live ya dia. lagi-lagi oh iya juga ya belum
[Speaker 1]
[2015.3s-2027.3s] handphone itu. itu baru muncul. Hm. Aku di suara kamu udah pegang handphone sebenarnya dua ribu. tiga itu aku udah pengen cuman masih mahal kan teknologi itu masih mahal
[Speaker 0]
[2027.6s-2029.1s] ya juga kan naga naga
[Speaker 1]
[2029.1s-2033.3s] mahal dan mahal sekali uang kartunya aja tiga ratus lima puluh ribu
[Speaker 0]
[2034.2s-2043.7s] Oke, oh baru lah makanya kemarin aku nggak perlu makan bayu, kalau kabayu udah yang tipikal handphone kan. Iya, supportingnya udah handphone, handphone, dan dia si DMI. Oke.
[Speaker 1]
[2043.7s-2063.6s] si dia Asia itu kan. jadi. ada GSM ada si DMA kalau dulu teknologinya. kalau ya untuk live report itu lebih enak pakai ke SDM E karena ketika dimasukin audio dari telepon dari sorry dari tape recorder itu nggak iya
[Speaker 0]
[2063.7s-2066.6s] oh mau ngaruhin juga itu ya pengaruh
[Speaker 1]
[2066.9s-2076.1s] pengaruh tapi kalau yang GSM nggih jadi audinya nggak jelas ya ya ada-ada apa ya bahasanya efeknya ya dia tuh ya
[Speaker 0]
[2077.0s-2082.3s] berarti dulu nu wartel ya. Ili liputan gimana dia harus cari wartel berarti. ya, itu langsung live juga.
[Speaker 1]
[2082.3s-2094.3s] diangkatnya live nggak waktu itu untuk rap laporan ya kan sudah ya kayak kita ngirim berita kita mau laporan jam ke studio gitu kan, kirim SMS kan. Aku punya berita ini mulai jam berapa gitu kan.
[Speaker 0]
[2094.4s-2096.2s] baru dia cari novanewart
[Speaker 1]
[2096.8s-2109.2s] tapi ketika teknologi handphone itu sudah mulai jalan ya sama mekanismenya aku punya berita ini ledya ini kirim ke Saudiو kita yang akan meng menjawabkan untuk naiknya jam berapa.
[Speaker 0]
[2109.6s-2116.5s] tapi berarti live reportnya tetap ada yang kayak kak Bayu bilang ya ada siapa yang diajak ngobrolnya gitu nggak waktu pas wartel itu
[Speaker 1]
[2116.6s-2117.4s] cuma.
[Speaker 0]
[2117.4s-2119.8s] tama juga oh berarti ada narsum yang harus diajak
[Speaker 1]
[2120.8s-2135.4s] itu nasu berarti kalau dulu kan sudah di rekod ya oh oh berarti bisa dimasuki ya makanya PDMP itu berpengaruh banget. telepon rumah sama telepon CDM itu enak buat audio kalau ketika pakai tip
[Speaker 0]
[2135.4s-2141.6s] memerantai ya maksudnya kayak kita masukin kemik lagi gitu betul betul tapi kalau pakai GSM ya
[Speaker 1]
[2141.6s-2152.7s] itu tadi. dengan itu jadi. Teknologinya kan sudah sudah berkembang pak, dulu belum. lu pakai tebecil, aku ngalamin pakai tepatnya gim ini
[Speaker 0]
[2153.3s-2156.5s] itu bawa bawa steps gitu oh
[Speaker 1]
[2156.7s-2211.4s] itu keceriaan yang kita punya kita Oh berarti udah di record di baru masukin gitu ya? Itu ajaran udah di yang gede yang udah punya model T gede itu namanya Marang. Marang. Marang. Maranz. Maranz. M A R N T Z. Oh malah yang radio kecil nggak punya itu ya? Biasanya pakai T kecil itu. T udah ininya berarti lebih bagus yang besar itu. Oh iya. Itu standarnya R T, B B C, P O A itu kayak gitu tuh. Gaya ini masih kayak gitu ya masih bawa bawa alat perang banyak gitu. Pakai R T itu tahun berapa ya? 2006, 2007 juga ketika aku ke liputan ke Aku liputan ke ini ke cilacap untuk eksekusi ambronsi itu pakai teks gede itu. Oh iya itu sempat. Oh berarti masih pasti LT right oh. Pasti sonora. Oh sonora.
Comments ()