Catatan Lantai Perpustakaan
Aku sudah pilih yang waktu itu aku rasa masuk di akal. Sekarang, semua kembali seperti semula: cemas. Mungkin cemas. Aduh, bangsat. Pokoknya, mencekik: perlahan, merdu, lengang, perih, geli. Anjing.
Waktu persiapan pameran, aku sibuk. Sibuk, sibuk, berkali-kali, sibuk. Sialan. Di dalam galeri aku menjahit perasaan buatan untuk melenyapkan aku dari