> ## Content Index
> Fetch the complete content index at: https://taratsa.id/llms.txt
> Use this file to discover other available public pages before exploring further.

# Mungkin Puisi
- URL: https://taratsa.id/mungkin-puisi/
- Published: 2023-06-29T03:08:35.000Z
- Updated: 2026-03-24T12:41:57.000Z
- Author: Panji Sakti
- Tags: Puisi, #Import 2024-12-09 13:36, #Import 2025-06-17 07:09

##   

## Puisi Paling Serius  

kabar mantri menghamili pasiennya   
disyukuri banyak orang  
boleh maklum mereka memang pasutri

Arcamanik, Nopember 2021

## Kala Kabut I   

hari itu Hari Raya Para Pezina  
bagianku menenggak cairan  
dari botol-botol kemaluan  
yang liar dan bau anyir!   
  
tuhan, kaukah itu   
di balik cangcut merah jambu?  
ke situkah aku harus menuju? 

maka diijinkanlah aku sekali lagi  
menghirup candu yang semu  
kesenangan purba yang mudah lupa  
lalu berulang tanpa kesopanan   
padahal aku cukup tahu   
tapi aku selesaikan juga itu dosa

hari itu sekali lagi aku menari   
di atas penderitaan jiwaku  
sambil masih mencari  
dusta mana lagi yang aku bisa nikmati? 

Jakarta, Desember 2021 

## Kala Kabut II   

bukan kebetulan  
tiba-tiba perempuan  
mengajakku terbenam  
dalam kelas-kelas rohani   
yang menjijikkan   
  
di ruang pengap itu  
corong-corong bercahaya  
membeberkan keharaman  
dan najisnya pikiranku  
  
susah payah aku bertahan  
sampai akhirnya aku nyadar  
aku sengaja dijebak!  
dibikin luluh-lantak!  
kalah telak! 

di akhir kelas  
aku lemas lelah  
masih lapar dan haus  
  
satu hal lagi aku nyadar  
aku sudah kalah  
bahkan sebelum aku menuliskan namaku  
di lembar antrian  
nunggu giliran kena tampar! 

Arcamanik, Desember 2021 

## Kala Kabut III   

lelaki berlidah al kitab   
memuntahkan liurnya  
ke sumsum jiwaku  
jadi syair  
jadi lagu  
jadi syiar  
jadi mati  
jadi tumbuh 

sebentar lagi dini hari  
di mana perempuan  
menjelma jadi sejati  
dan para lelaki kehilangan diri  
  
biasanya aku tersungkur  
bersuka-cita mencakar diri  
menggali kubur sendiri  
  
jadi benih  
jadi akar  
jadi batang  
jadi daun  
jadi utuh 

Sindanglaya, Desember 2021 

## Pancuran Tetangga   

tetangga depan rumahku  
bikin taman dan pancuran  
pada malam aku mati dan  
lalu terjaga di taman yang lain,  
dzikir air pancuran itu  
memekak gendang telinga jiwaku  
  
pagi harinya kami bertemu  
pancuran itu bermohon maaf padaku  
aku menangis sejadi-jadi, malu!   
aku baru mati dua kali seminggu  
sedang dia mati sepanjang waktu 

Kuningan, Oktober 2021 

## Kematian dan Rasa Malu  

wajah itu membelah dadaku   
lidahnya pisau membocorkan lambungku   
bisiknya merendahkan berhala-berhala   
yang nyaman bertahta dalam dada

dia itu, Sobat  
tidak sedang mencari penghasilan  
dari diriku yang kelas rendahan   
dia menyuapi bukan untuk aku kenyang  
tapi biar aku sopan pada rasa lapar   
dia menyusui bukan untuk aku hilang dahaga   
tapi biar aku santun pada rasa haus

aku kabarkan padamu, begini:  
"tak perlu kau cium tanganku,   
tak akan menambah  
rasa hormatku padamu!" katanya padaku  
"hiburanku, kesungguhanmu mencintai   
kematian dan rasa malu", katanya lagi

aku masih mengunyah kalimatnya   
dia sudah melesat-merasuk-menyerapku!

Lab. Pangan, Pebruari 2022

## Nunggu Dibesuk  

Tuhan, sudikah mampir dulu  
besuk aku sedang sendu  
  
di tepi kolam air jenuh  
tak nampak bayang wajah  
entah lintasan hat mana bikin salah  
kolam ini tak mungkin palsu  
pastilah aku yang keruh  
  
(ssst! Tuhan, jenguk aku!)

Bukit Arcamanik, April 2022

## Api Misteri

\-Untuk Kg Doddy Chandra

empat jam menuju fajar   
kami ngaso di atas altar   
dan dari ketinggian  
kami lihat ada yang bangkit   
mencari-cari istri   
yang ia pikir ia miliki   
ada pula yang mencari laba   
padahal abai bersedekah siangnya

Kekasihku, kamu ngapain dong?

aku mencermati kakiku   
sedang terbakar api apinya transparan, Beb!   
mau protes tapi malu  
karena kaki kadung membatu!

atas kesyukuran yang dicurahkan   
maka mungkin aku dipanaskan   
padahal sedang dibersihkan!

Arcamanik, Maret 2022

## Pada Sebuah Serambi

\-Dago Asri 2017

kami sekumpulan binatang  
berhimpun membicarakan kemungkinan  
ada yang belum yakin benar   
samarkan kikuk dengan kelakar   
tak lama kemudian dikabarkan  
seseorang baru datang.  
konon dia manusia  
manusia betulan!  
  
aku belum pernah lihat manusia  
bisa ngerti bahasa kami: bahasa hutan!  
dia juga manusia yang tidak basah   
padahal kerja di laut dalam  
  
nampak dari baris ketiga   
manusia sungguhan itu  
lebih beradab dari siapapun  
bicara kebenaran runut dan haru biru  
bikin aku terserak jadi abu  
tapi dia dengan tekun dan syukur  
kembali menyusun aku  
menjadi bahan baku

Ciamis, 28 Maret 2022

## Untuk Peladang Sejati

  
rasa malu adalah tertinggi  
di antara rasa-rasa  
beri aku benih malu itu, Tuan! tunjukkan cara tanamnya!  
akan aku tanam di pasar-pasar di mimbar-mimbar  
di ketiak para jendral  
di pinggul-pinggul biduan  
di sumsum jiwaku  
  
aku ladangmu, Tuan!  
semoga kau sudi memetik aku  
dengan kedua hamparan tanganmu  
yang berlumur cinta dan malu itu!

Sindanglaya, Januari 2022